
Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Unit Layanan Disabilitas UGM menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Layanan Disabilitas: Disability Awareness untuk Mewujudkan Kampus Inklusif pada Kamis (16/4/2026) di Auditorium Lantai 5, Gedung Unit 1 SPs UGM. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–13.00 WIB ini diikuti oleh tenaga kependidikan, dosen, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai program studi.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman civitas akademika mengenai konsep disabilitas dan pentingnya membangun lingkungan kampus yang inklusif. Selain itu, peserta juga dibekali dengan keterampilan dalam memberikan pelayanan yang ramah dan setara bagi penyandang disabilitas, serta memahami etika komunikasi yang tepat dalam berinteraksi.
Dalam kegiatan ini, Program Studi Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik (MPRK) turut berpartisipasi dengan mengutus dua mahasiswa angkatan 2024, yaitu Ahmad Habibullah dan Mariam Supiati. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen MPRK dalam mendorong terciptanya lingkungan akademik yang inklusif dan berkeadilan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan nilai-nilai inklusivitas dalam aktivitas akademik sehari-hari, sehingga kampus dapat menjadi ruang yang aman, ramah, dan setara bagi semua kalangan.
Penulis: Mariano Ombo
Kegiatan ini merupakan salah satu usaha MPRK UGM untuk mendukung SDGs nomor 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions) serta SDGs nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education).