
Selasa, 21 Januari 2025 – Dalam rangka menyebarluaskan pemahaman mengenai perdamaian yang lebih utuh, tim dari minat studi Perdamaian dan Resolusi Konflik (MPRK), Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, yang terdiri dari 1 dosen dan 13 mahasiswa, melakukan pendampingan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dilaksanakan oleh SMAN 1 Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Sekolah, Ibu Tumisih, M.Pd.Si beserta guru dan siswa-siswi SMAN 1 Wonosari.
Kegiatan diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 10 yang terbagi dalam 7 kelas dan masing-masing kelas terdiri dari kurang lebih 30 siswa-siswi. Kegiatan dikelola oleh 2 orang mahasiswa MPRK dan berlangsung selama 90 menit. Dalam kegiatan ada 5 sesi, meliputi: pretest, permainan seru tentang identitas, penyampaian materi, diskusi, dan refleksi.
Dalam pendampingan ini, tim MPRK mengajak siswa memahami keberagaman secara lebih utuh, terutama dalam hal menyadari kuasa dan privilese yang mereka milki, dan bagaimana cara mereka menggunakan kuasa dan privilese yang mereka miliki untuk melindungi kelompok-kelompok minoritas yang memiliki kerentanan
Siswa-siswi mengikuti kegiatan dengan sangat antusias, terlihat dari pertanyaan-pertanyaan kritis yang mereka ajukan selama sesi pendampingan. Pihak sekolah juga sangat senang dengan suksesnya kegiatan ini. Dalam diskusi usai pelaksanaan kegiatan, pihak sekolah meminta ada kelanjutan kegiatan, utamanya ditujukan kepada para guru, agar guru-guru SMAN 1 Wonosari mampu menjadi agen perdamaian yang akan membantu membentuk karakter damai siswa-siswinya.
Kegiatan pendampingan yang dilaksanakan MPRK sejalan dengan Sustainable Development Goals, khususnya poin 4: quality education, poin 16: peace, justice, and strong institutions, dan 17: partnerships for the goals.
Penulis: Tia Mega Utami