• Universitas Gadjah Mada
  • Sekolah Pascasarjana
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Simaster
Universitas Gadjah Mada Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi & Misi
    • Struktur Manajemen
    • Staf Pengajar
  • Akademik
    • Pengumuman
    • Pendaftaran
    • Kurikulum
    • Biaya Pendidikan
    • DOKUMEN AKADEMIK
  • Artikel
    • Abstrak Tesis
    • Berita
    • Kegiatan
    • Pojok Damai
  • Mahasiswa & Alumni
    • Mahasiswa
    • Alumni
      • Data Alumni MPRK
  • Beranda
  • KEGIATAN
  • MPRK UGM Bangun Kesadaran Kritis melalui Pendidikan Perdamaian di SLBN 2 Gunungkidul

MPRK UGM Bangun Kesadaran Kritis melalui Pendidikan Perdamaian di SLBN 2 Gunungkidul

  • KEGIATAN
  • 12 September 2025, 12.13
  • Oleh: mprk
  • 0

 

Program Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada kembali melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Pendamping Guru Menjadi Pendidik Perdamaian. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 28 Agustus 2025 di SLBN 2 Gunungkidul ini diikuti oleh 17 guru dan pendidik sekolah. Pendampingan dipimpin oleh Dody Wibowo, Ph.D. dan dibantu tiga mahasiswa MPRK, yaitu Tia Mega Utami, Ridhwan Satria Kumara, dan Alya Maharani.

Fokus utama pendampingan kali ini adalah memperdalam pemahaman tentang identitas dan relasi kuasa, serta mendorong kesadaran kritis agar berkontribusi mewujudkan perdamaian di masyarakat. Selain itu, para peserta diajak melakukan observasi lapangan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan menggunakan pendekatan segitiga kekerasan Johan Galtung. Melalui observasi, peserta tidak hanya dilatih untuk meningkatkan kepekaan sosial dan emosional, tetapi juga mengidentifikasi potensi konflik, kekerasan, dan ketidakadilan yang kerap tidak disadari.

Dalam prosesnya, para peserta merefleksikan kembali hasil temuan observasi yang menjadi keresahan bersama selama ini. Misalnya, akses jalan depan sekolah yang dibiarkan rusak selama bertahun-tahun yang membahayakan pengguna jalan. Temuan lain berupa sampah yang dibiarkan sembarangan di depan sekolah, pengendara yang tidak menggunakan helm sampai hilangnya budaya antri di masyarakat.

Meskipun banyak permasalahan yang ditemukan, semangat para peserta dalam menyuarakan nilai-nilai perdamaian tidak pernah surut. Hal ini sejalan dengan upaya yang telah dilakukan pihak sekolah SLBN 2 Gunungkidul bersama orang tua dalam mendukung perkembangan siswa melalui pembelajaran yang suportif dan inklusif. Pendampingan ini sekaligus mendapatkan apresiasi karena para peserta merasa ‘tercerahkan’ setelah mengikuti rangkaian kegiatan.

Mereka berharap pendampingan dapat terus berlanjut dan berdampak lebih luas, tidak hanya bagi guru-guru di sekolah, tetapi juga orangtua murid, supaya nilai-nilai perdamaian bisa terus terinternalisasi secara berkelanjutan.

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Recent Posts

  • PENGUMUMAN RESMI: Penerimaan Mahasiswa Baru Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik (MPRK) UGM Gelombang III Semester Genap 2025/2026
  • Dari Kelas ke Komunitas: MPRK UGM Kupas Tuntas Kerentanan Pekerja Migran bersama Beranda Migran
  • MPRK UGM Selenggarakan Perkuliahan Tematik “Conflict: Fight or Flight?” Bersama Endah Setyowati
  • Wawasan Kritis! Mahasiswa MPRK UGM Kupas Tuntas “Kuratorial dan Editorial Adil Gender” bersama Sastrawan Okky Madasari
  • Freedom From Fear yang Hilang: Krisis Keamanan Politik di Indonesia dalam Perspektif Keamanan Manusia
Universitas Gadjah Mada

Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik
Universitas Gadjah Mada

Gd. Sekolah Pascasarjana UGM, Lantai 3, R. 302
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Telp. 0274-545598, 081326177519
Email : mprk@ugm.ac.id

mprk.ugm

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY