• Universitas Gadjah Mada
  • Sekolah Pascasarjana
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Simaster
Universitas Gadjah Mada Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi & Misi
    • Struktur Manajemen
    • Staf Pengajar
  • Akademik
    • Pengumuman
    • Pendaftaran
    • Kurikulum
    • Biaya Pendidikan
    • DOKUMEN AKADEMIK
  • Artikel
    • Abstrak Tesis
    • Berita
    • Kegiatan
    • Pojok Damai
  • Mahasiswa & Alumni
    • Mahasiswa
    • Alumni
      • Data Alumni MPRK
  • Beranda
  • Berita
  • Kupas Akar Kekerasan lewat Matriks RPP, Delegasi MPRK UGM Latih Mahasiswa HI UKSW Rancang Intervensi Sosial

Kupas Akar Kekerasan lewat Matriks RPP, Delegasi MPRK UGM Latih Mahasiswa HI UKSW Rancang Intervensi Sosial

  • Berita
  • 20 February 2026, 15.27
  • Oleh: mprk
  • 0

SALATIGA – Upaya membongkar anatomi konflik dan merancang intervensi yang presisi menjadi fokus utama dalam kuliah tamu yang diselenggarakan oleh Program Studi Hubungan Internasional Universitas Kristen Satya Wacana (HI UKSW) pada Jumat (13/2/2026). Delegasi Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik (MPRK) Universitas Gadjah Mada, yang terdiri dari akademisi Dody Wibowo dan Nitiprabhu Pramatatya beserta mahasiswa Mariano Ombo sebagai asisten, hadir untuk membedah kerangka analitis bertajuk “Reflecting on Peace Practice (RPP): Tools for Conflict Analysis and Intervention“.

​Materi yang dibawakan menantang mahasiswa kelas Peace Building untuk tidak melihat konflik sebagai entitas tunggal, melainkan sebuah ekosistem yang dipengaruhi oleh dinamika eskalasi-deeskalasi, faktor pendorong utama (Key Driving Factors), serta akar permasalahan (Root Causes) yang kompleks. Mahasiswa diajak melakukan pemetaan aktor secara kritis untuk membedakan pihak-pihak yang berperan sebagai pemecah belah komunal (dividers) maupun perajut perdamaian (connectors). Pemetaan ini juga mengkategorisasikan intervensi ke dalam dua sasaran strategis, yakni pelibatan massa secara luas (More People) dan aktor-aktor kunci yang memiliki pengaruh struktural (Key People).

​Kekakuan analisis konflik tradisional didekonstruksi melalui penggunaan instrumen Causal Loop atau putaran kausalitas yang menyoroti kasus kekerasan urban. Dalam studi kasus tawuran antargeng, kekerasan tidak dilihat sekadar sebagai ledakan amarah, melainkan ekses dari kekerasan struktural: rendahnya tingkat pendapatan membatasi akses terhadap pendidikan. Kondisi ini melahirkan tingginya angka putus sekolah di kalangan pemuda usia 15-25 tahun. Ketiadaan fasilitas lingkungan sebagai ruang aktualisasi diri pada akhirnya mendorong mereka berafiliasi dengan geng demi pencarian jati diri. Siklus ini memuncak pada kriminalitas dan spiral kekerasan antargenerasi yang dipicu oleh pertarungan harga diri serta dendam antarkelompok, yang kemudian kembali menjerat mereka dalam kemiskinan.

​Untuk merespons spiral kekerasan tersebut, para pemateri memaparkan intervensi berbasis Theory of Changes di dalam empat sel Matriks RPP. Kerangka ini menegaskan bahwa intervensi tidak boleh berhenti pada perubahan personal (Individual/Personal Change), seperti sekadar mengadakan workshop komunikasi konstruktif bagi anggota dan senior geng. Efektivitas peacebuilding baru terwujud ketika inisiatif tersebut bertransformasi menjadi perubahan sosial-politik (Socio-Political Change), misalnya melalui pembentukan kebijakan kelompok (in-group policy), reorganisasi Karang Taruna di tingkat akar rumput seperti kasus di Manggarai, hingga pelembagaan organisasi pengawasan di bawah otoritas kelurahan.

​Pada puncaknya, efektivitas dari sebuah praktik perdamaian harus diukur secara pragmatis, di antaranya melalui parameter reformasi institusi pengelolaan konflik, kolaborasi antara figur kunci dan masyarakat luas, peningkatan keamanan individu, terbangunnya relasi sosial tanpa kekerasan, serta penolakan absolut terhadap penggunaan kekerasan sebagai sarana penyelesaian masalah. Selain materi utama tersebut, mahasiswa turut dibekali refleksi mengenai beragam gaya konflik (conflict styles) agar mereka menyadari posisi dan kecenderungan personal saat kelak terjun ke wilayah resolusi konflik riil.


Penulis: Mariano Ombo

Kegiatan ini merupakan salah satu usaha MPRK UGM untuk mendukung SDGs nomor 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions) – SDGs nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education) –  SDGs nomor 1 tentang Tanpa Kemiskinan (No Poverty) – SDGs nomor 11 tentang Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities) – SDGs nomor 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals).

 

 

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Recent Posts

  • PENGUMUMAN RESMI: Penerimaan Mahasiswa Baru Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik (MPRK) UGM Gelombang II Semester Gasal 2026/2027
  • PENGUMUMAN RESMI: Penerimaan Mahasiswa Baru Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik (MPRK) UGM Gelombang I Semester Gasal 2026/2027
  • Melampaui Gencatan Senjata: Perdamaian bagi Para Martir Geopolitik
  • Menguatkan Kebersamaan: Buka Puasa Bersama Keluarga Besar MPRK UGM di Yogyakarta
  • Menyemai Nalar Kritis dan Keadilan Struktural: Memulai Langkah di Semester Genap T.A. 2025/2026
Universitas Gadjah Mada

Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik
Universitas Gadjah Mada

Gd. Sekolah Pascasarjana UGM, Lantai 3, R. 302
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Telp. 0274-545598, 081326177519
Email : mprk@ugm.ac.id

mprk.ugm

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY