Muhammad Sahlan

Mengapa MPRK?

Ada empat alasan mengapa saya tertarik dan memilih MPRK. Pertama, mata kuliah yang ditawarkan sangat sesuai dengan kebutuhan kami di wilayah konflik. Kedua, tenaga pengajar di MPRK memiliki latar belakang pendidikan yang sangat kuat dalam bidang perdamaian dan resolusi konflik. Mereka tidak hanya menguasai teori, tapi juga terlibat langsung dalam proses perdamaian.

Ketiga, iklim perkuliahan di MPRK UGM sangat mendukung, termasuk hubungan dosen dengan mahasiswa sangat cair dan akrab. Keempat, metode perkuliahan tidak selalu di kelas, tapi juga di luar kelas dengan pendekatan kreatif dan variatif sehingga mahasiswa benar-benar menikmati proses perkuliahan. Kelima, fasilitas perkuliahan sangat mendukung pengembangan akademik.

Profil Singkat

Sahlan HanafiahMuhammad Sahlan lahir di Pidie, 24 Oktober 1977. Saat ini, selain menjadi dosen tetap mata kuliah Manajemen Konflik di UIN Ar Raniry, juga menjabat sebagai Wakil Direktur Pusat Studi Perdamaian dan Resolusi Konflik UIN Ar Raniry. Telah menulis beberapa buku di antaranya: Manajemen Konflik Berbasis Sekolah bersama Samsu Rizal Panggabean, dkk., Penerbit Alvabet Jakarta, 2015; Kerukunan Umat Beragama, Ushuluddin Publishing, 2014; Mediasi Konflik Aceh, Belajar dari Pengalaman The Henry Dunant Center, Ar Raniry Press, 2013. Ia bisa dihubungi di sahlan.hanafiah@gmail.com

Endah Setyowati

Sebelum menjadi mahasiswa angkatan pertama MPRK (2002), sebenarnya saya telah memiliki pengalaman kegiatan advokasi perdamaian dan pelatihan manajemen konflik yang membawa saya bekerja di wilayah konflik kekerasan yang merebak di beberapa wilayah di Indonesia dalam rentang 1998-2002. Akan tetapi, satu kerinduan saya setelah itu adalah memiliki perspektif teoritik di bidang konflik dan perdamaian. Oleh karena itu, begitu dibuka pada akhir tahun 2001, MPRK UGM menjadi pilihan pertama mengingat baru UGM yang memiliki program studi itu di Indonesia. Di MPRK, saya menemukan perpaduan antara kegiatanaktivisme dan kegiatan akademik. Praktikum lapangan dan kegiatan di kelas membukakan mata saya bahwa pekerjaan di bidang konflik dan perdamaian membutuhkan pendekatan multidisplin lewat teori dan konsep Ilmu Politik, Sosiologi, Hukum, maupun Antropologi yang diberikan oleh para pengajar di MPRK. Lebih jauh lagi, MPRK juga memampukan saya untuk mempublikasikan kegiatan riset.  Akhirnya, atmosfer respek dan kesetaraan antara dosen dan mahasiswa juga merupakan nilai lebih dari MPRK.

Profil Singkat

Endah-SetyowatiMenempuh pendidikan S1 di Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya UGM, dan S2 di MPRK UGM dan di Coexistence and Conflict, The Heller School Social Policy and Management, Brandeis University (Waltham, Massachusetts, USA). Mengikuti Summer Peacebuilding Institute di Eastern Mennonite University (Harrisonburg, Virginia USA).

Saat ini menjadi Koordinator Mata Kuliah Humaniora dan staf Pusat Studi dan Pengembangan Perdamaian di Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta.  Anggota organisasi alumni International Fellowship Program Alumnae, OHANA Yogyakarta dalam isu penguatan kelompok penyandang disabilitas. Kegiatan terakhir adalah sebagai Ketua Pelaksana Pemantau Pemilu Independen oleh mahasiswa UKDW.