Bambang Hudayana
Bambang Hudayana

Dosen pada Jurusan Antropologi FIB UGM sebagai pengampu mata kuliah Antropologi Ekonomi, dan Pemberdayaan Masyarakat.   Ia juga mengajar di berbagai program magister dan doktoral di lingkungan UGM seperti di MPRK, MAP, dan FIB sebagai pengampu mata kuliah bidang Dinamika Politik Lokal dan Kebudayaan, Kebijakan Agraria dan Perubahan Sosial. Selama tahun 1997-2012, ia aktif melakukan penelitian  dengan tema  Dinamika  Budaya Lokal  di Laboratorium Antropologi untuk Riset dan Aksi (LAURA) FIB UGM  serta  bergabung dengan para peneliti  dari dalam dan luar negeri untuk melakukan kajian tentang masalah sosial, politik dan revitalisasi budaya lokal di Indonesia.  Mulai tahun 2013, di samping mengajar, ia tetap menjalankan amanah sebagai Kepala Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan UGM, selain masih tetap aktif dalam gerakan sosial di IRE Yogyakarta. Melalui dua lembaga penelitian ini, ia mempromosikan kajian tentang pemberdayaan masyarakat sipil dan kelompok rentan dalam konteks demokrasi, desentralisasi, dan globalisasi. Ia menamatkan studi  Master  Antropologi pada  Australian National University (ANU) 1996, dan  kemudian menamatkan studi Doktor  Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya  UGM 2011.

CV Bambang Hudayana

Dody Wibowo
Dody Wibowo

Setelah lulus dari program master di The University for Peace di Costa Rica dalam bidang Pendidikan Perdamaian di tahun 2006, ia kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai spesialis dan konsultan dalam bidang bina damai dan pendidikan perdamaian untuk beberapa lembaga internasional, yaitu Peace Brigades International - Indonesia Project, Save the Children di Aceh, Ananda Marga Universal Relief Team, dan UNICEF. Sejak tahun 2011 ia menjadi pengajar di Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik UGM dan selain itu kembali menjadi peneliti di Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM yang sudah digeluti sejak tahun 2002. Dody melakukan berbagai kegiatan penelitian dan pelatihan, salah satunya adalah program Penguatan Kapasitas Masyarakat untuk Perdamaian di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Untuk idealismenya, ia dan beberapa temannya membentuk Komunitas Cemara, suatu kelompok kegiatan yang menerapkan prinsip pendidikan perdamaian dalam membangun karakter masyarakat. Kegiatan Komunitas Cemara dilaksanakan di bantaran Kali Code, salah satu daerah dengan banyak masalah sosial di Yogyakarta.

CV Dody Wibowo

Gabriel Lele
Gabriel Lele

Staf pengajar di Jurusan Manajemen Kebijakan Publik UGM dan Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik UGM. Setelah menyelesaikan pendidikan S1 di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional UGM, dia melanjutkan pendidikan S2 di Magister Administrasi Publik UGM dan kemudian mendapatkan gelar doktor di bidang kebijakan dan pemerintahan dari Asia Pacific School of Economics and Government (APSEG), Australian National University, Australia. Minat topik risetnya, antara lain: governance and governability, institutional building, public policy and management. Salah satu contoh tulisan yang pernah dipublikasikan secara internasional berjudul Democracy at Work: Political Institutions and Policy Reform in Post-Soeharto Indonesia diterbitkan Lamber Academic Publishing dari Jerman.

CV Gabriel Lele

Ichlasul Amal
Ichlasul Amal

Profesor di Jurusan Ilmu hubungan Internasional, Universitas Gadjah Mada. Ia mendapat gelar S2 dari Northern Illinois University dan gelar S3 dalam Ilmu Politik dari Monash University dan kemudian diangkat menjadi guru besar dalam Ilmu Hubungan Internasional UGM pada tahun 1994. Publikasinya antara lain berjudul “Politik Regional dan Pemerintah Pusat di Indonesia (1949-1979)” tahun 1992, “Metodologi Ilmu Politik” (1987), “Teori-Teori Mutakhir Partai Politik” (1986), dan “Indonesian Foreign Policy: Its Continuity and Change” (1975). Bidang kajiannya adalah partai politik, demokrasi, dan kemanan manusia.

CV Ichlasul Amal

Luqman Nul Hakim
Luqman Nul Hakim

Staf pengajar di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Gadjah Mada. Dia juga peneliti di Centre of Southeast Asian Social Studies (CESSAS) UGM. Fokus penelitiannya meliputi development-security nexus, Studi ASEAN dan politik Islam. Penelitiannya yang terbaru adalah mengenai Radicalism, Violence and Terrorism (2010-11), Final Evaluation of the Peace through Development Program (UNDP-CSPS, 2012-13), Southeast Asian Integration: The Dynamics of Inclusion and Exclusion (UE-CESSAS, 2013). Selain itu, publikasinya meliputi "Governing through the Social: New Mode of Governing" (2011) dan "ASEAN: Constructing Southeast Asian Economic Regionalism" (sedang dalam proses penyelesaian).

CV Luqman Nul Hakim

M. Najib Azca
M. Najib Azca

Dosen di Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini dilahirkan pada 6 Mei 1968 di Pekalongan. Selain menjadi peneliti senior di Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) dan menjadi Direktur Youth Studies Centre (YouSure), dia saat ini juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Riset, Kerjasama, Pengabdian Masyarakat dan Alumni di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM. Lulusan S1 dari Jurusan Sosiologi UGM pada tahun 1996, ia melanjutkan studi master di Fakultas Studi Asia di Australian National University (ANU) hingga lulus dengan high distinction pada 2003 dengan tesis berjudul The Role of Security Forces in Communal Conflict: the case of Ambon, Indonesia. Pada tahun 2006 ia melanjutkan program studi doctoral di Amsterdam Institute for Social Science Research (AISSR) yang berhasil diselesaikannya pada tahun 2011 dengan mempertahankan disertasi berjudul After Jihad: A Biographical Approach to Passionate Politics in Indonesia.

CV M. Najib Azca

Mohtar Mas'oed
Mohtar Mas'oed

Profesor di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional UGM dan saat ini sedang menjabat sebagai Kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM. Ia mendapat gelar S2 dan S3 dari Ohio State University, Amerika Serikat. Ia memiliki banyak pengalaman mengajar, antara lain, sebagai dosen tamu di Program Pascasarjana Studi Internasional, Hankuk University of Foreign Studies, Korea Selatan, pada bulan September 1999 hingga Agustus 2000 dan di Jurusan Studi Internasional, International Christian University, Tokyo, Jepang, pada bulan Desember 2002 hingga November 2003. Contoh sebagian kecil publikasi yang pernah dihasilkan: "Social Resources for Civility and Participation: The Case of Yogyakarta dalam The Politics of Multiculturalism: Pluralism and Citizenship in Malaysia, Singapore, and Indonesia (Honolulu: University of Hawaii Press, 2001) ditulis bersama dengan Samsu Rizal Panggabean dan Muhammad Najib Azca dan "Toward Democratic General Elections" dalam Pemilu 1999 dan Pentingnya Pemberdayaan Pemilih (Salatiga: Penerbit Yayasan Percik, 1999). Ia juga menulis beberapa buku, seperti “Ekonomi dan Struktur Politik Indonesia: 1966-1971” (Jakarta: LP3ES, 1989; 1983), “Ekonomi Politik Internasional dan Pembangunan” (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1994), dan “Negara, Modal, dan Demokrasi” (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1994).

CV Mohtar Mas'oed

Nanang Pamuji Mugasejati
Nanang Pamuji Mugasejati

Sebelumnya adalah Ketua Jurusan Ilmu Hubungan Internasional UGM dan saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UGM. Ia mendapat gelar doktor pada tahun 2002 dari Nagoya University, Jepang. Bidang keahliannya meliputi pembangunan ekonomi lokal, ekonomi politik internasional, politik kerjasama internasional, dan resolusi konflik.

CV Nanang Pamuji Mugasejati

Poppy S. Winanti
Poppy S. Winanti

Saat ini menjabat sebagai Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Hubungan Internasional UGM. Menamatkan studi S1 di jurusan HI UGM (1997), S2 di School of Public Policy and Management, Korea Development Institute (KDI) School (2002) dan London School of Economics and Political Science (LSE) (2005). Gelar PhD diperolehnya dari University of Glasgow pada tahun 2011 dengan disertasi mengenai studi compliance atas TRIPs Agreement. Kajian yang ditekuninya adalah studi mengenai ekonomi politik internasional, termasuk globalisasi ekonomi dan potensi ekonomi lokal, transparansi dan governance dalam industri ekstraktif, ekonomi politik pengelolaan SDA serta kemunculan emerging market multinational corporations. Beberapa publikasinya antara lain Corporate Power in Global Economic Institutions: the Case Studies of the MAI and the TRIPs Agreement (2012), ‘Ekspansi Global Industri Farmasi India’ dalam Adidaya dari Selatan: Kemunculan dan Transformasi Perusahaan Multinasional Negara Sedang Berkembang (2013), ‘Value Chain Governance in Export Commodities: the Case of Indonesia’ co-author with Riza Noer Arfani (2014), ‘Conflict-Sensitive Perspective in Managing Extractive Industries’ dalam  Posing the Challenge (2014). Di samping sebagai staf pengajar juga aktif sebagai peneliti di Pusat Studi Perdagangan Dunia (PSPD) UGM.

CV Poppy S. Winanti

Riza Noer Arfani
Riza Noer Arfani

Ketua (Chair) WTO Chairs Programme (WCP) Universitas GadjahMada (UGM) Indonesia (sejak 2010) dan Kepala Pusat Studi Perdagangan Dunia (PSPD) UGM (2103-14). Ia bergabung di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UGM sebagai pengajar sekaligus Kordinator Program of Globalization and Local Economic Development (GLED) di International Studies (IIS).

Mata Kuliah yang diampunya adalah Ekonomi Politik Internasional, Seminar Lingkungan, Politik dan Pemerintahan Asia Tenggara dan Amerika Latin, dan Global Value Chain. Spesialisasi topik penelitiannya adalah mengenai isu hubungan perdagangan dilihat dari perspektif ekonomi politik internasional yang sudah menjadi minat studi di Jurusan hubungan internasional UGM dimana ia mengajar (Sejak 1994).

Topik yang saat ini menjadi perhatiannya adalah regionalisme ekonomi (studi kasus Asia Tenggara), rantai nilai tambah (Global Value Chain) dalam industry kecil dan menengah, jasa (studi kasus Yogyakarta/Indonesia), perdagangan dan pembangunan berkelanjutan (studi kasus negara-negara berkembang). Ia mengambil bidang atau minat studi Resolusi Konflik sebagai spesialisasi minor yang dikajinya sejak 1996-98 pada saat menempuh studi S2 Hubungan Internasional di Maxwell School of Citizenship and Public Affairs, Syracuse University, Amerika Serikat. Topik-topik kajian dan mata kuliah yang menjadi spesialisasinya dalam bidang ini antara lain adalah Manajemen Konflik, Analisis Konflik, Governance sebagai Resolusi Konflik dan Negosiasi, Mediasi dan Fasilitasi.

Sejak April 2014, ia menempuh studi S3 di Graduate School of International Relations, Ritsumeikan University, Kyoto, Jepang.

CV Riza Noer Arfani

Samsu Rizal Panggabean
Samsu Rizal Panggabean

Staf pengajar pada Jurusan Ilmu Hubungan Internasional sejak 1991. Dia kuliah di Jurusan Tafsir Hadits, IAIN Sunan Kalijaga, dan Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, UGM. Dia juga sempat menempuh pendidikan S2 pada Institute for Conflict Analysis and Resolution, George Mason University, Amerika Serikat. Banyak sekali kegiatan penelitian yang telah dia lakukan dan beberapa yang terbaru diantaranya adalah sebagai berikut: “Terrorism in ASEAN Countries” (2012), “The Role of Police and Community Leaders in Protecting Religious Freedom in Indonesia” (2009-2013), “Ethnic Conflict and Civil Society in Six Cities of Indonesia” (2009-2010), dan “Islam and Radicalism in Indonesia” (2010-2011). Selain mengajar dan meneliti, ia juga memiliki banyak pengalaman menjadi fasilitator baik di dalam maupun di luar negeri dengan tema kegiatan fasilitasi seputar perdamaian, konflik, dan kekerasan. Terakhir, ia menjadi fasilitator sekaligus dosen tamu pada Hiroshima Peacebuilding Center, Jepang, pada tahun 2012 dan 2013. Dilakukan sendiri atau bersama peneliti lain, hasil-hasil penelitiannya pernah dipublikasikan di jurnal internasional World Development, Asian Survey, dan Journal of East Asian Studies. Selain itu, karya tulis lain dalam bentuk buku atau bab buku yang pernah diterbitkan, antara lain, berjudul “Democratization, Peace Processes, and Security Sector Governance in Indonesia: The Case of Aceh” dalam Peacebuilding and Security Sector Governance in Asia (Berlin: LIT, 2014), Pemolisian Konflik Keagamaan di Indonesia (Jakarta: Paramadina, 2014) dan Mengelola Keragaman: Pemolisian Kebebasan Beragama di Indonesia (Jakarta: Paramadina, 2012).

CV Samsu Rizal Panggabean

Sigit Riyanto
Sigit Riyanto

Bergabung dengan Fakultas Hukum UGM sejak tahun 1988 dan membidangi hukum internasional, khususnya di bidang hukum pengungsi dan hukum ekonomi internasional. Selain menjadi dosen di Fakultas Hukum UGM, ia juga menjadi dosen di Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik UGM dan sebagai dosen tamu di Universitas Indonesia, Universitas Negeri Surakarta, Universitas Padjadjaran, Akademi Imigrasi Jakarta, dan Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Seoul, Korea Selatan. Dia pernah aktif sebagai Protection Officer di United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), Legal Counsel di World Health Organizations, Legal Adviser untuk International Committee of the Red Cross (ICRC) dan di Komnas HAM.

CV Sigit Riyanto

Susetyawan
Susetyawan

Profesor di Jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Jurusan Ilmu Sosiatri (sebelum berganti menjadi Jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan) UGM tahun 1989 dan S2 di Jurusan Ilmu Sosiologi UGM tahun 1987. Kemudian, ia mendapatkan gelar S3 di bidang ilmu sosiologi dari Fakultät für Soziologie, Bielefeld Universität, Deutschland pada tahun 1994. Selain aktif menjadi peneliti, tenaga ahli, dan pembicara di konferensi baik nasional maupun internasional, dia juga memiliki banyak pengalaman menulis yang karyanya dipublikasikan dalam bentuk artikel jurnal dan buku. Beberapa di antaranya sebagai berikut: Rekognisi sebagai Penyelesaian Konflik Pertanahan: Tinjauan Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat diterbitkan Jurnal Masyarakat Indonesia LIPI Jakarta (2001) dan Konflik Sosial, Kajian Sosiologis Hubungan Buruh, Perusahaan, dan Negara Indonesia diterbitkan Pustaka Pelajar Yogyakarta (2000).

CV Susetyawan

Titik Firawati
Titik Firawati

Menjadi staf pengajar di Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik UGM sejak tahun 2010. Dia lulus dari Jurusan Ilmu Hubungan Internasional UGM pada tahun 2005 dan memperoleh gelar S2 dari Program Studi Perdamaian Internasional, Kroc Institute for International Peace Studies, University of Notre Dame, Amerika Serikat, pada tahun 2010. Membandingkan konflik berbasis etnis di Yogyakarta, Solo, Palu, Poso, Manado, dan Ambon, menganalisis proses perdamaian di Aceh dan Thailand Selatan, meneliti deeskalasi konflik di Indonesia dengan studi kasus Maluku Utara dan Maluku, dan mengkaji pemolisian dalam konteks konflik agama di Indonesia merupakan beberapa contoh kegiatan penelitian yang pernah dia bantu. Selain sebagai pengajar dan peneliti, dia juga mempunyai banyak pengalaman memfasilitasi kelompok masyarakat seperti dari kalangan guru, murid sekolah menengah, anak-anak muda, aktivis LSM, pengusaha tambang, polisi, dan mantan kombatan. Kegiatan fasilitasi tersebut diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia dengan tema yang berbeda-beda seputar perdamaian, konflik, dan kekerasan. Buku dengan judul Pemolisian Konflik Keagamaan di Indonesia (Jakarta: Paramadina, 2014), Mengelola Keragaman: Pemolisian Kebebasan Beragama di Indonesia (Jakarta: Paramadina, 2012), dan Overcoming Collapsed Peace Processes: Why Negotiations were Sustained in Aceh but Disintegrated in South Thailand (Berlin: Lambert Academic Publishing, 2011) adalah beberapa contoh publikasi yang pernah ia garap.

CV Titik Firawati

dikeDiah Kusumaningrum
Lulusan S1 Ilmu Hubungan Internasional (HI) UGM ini aktif mengajar almamaternya sejak tahun 2002. Seusai menamatkan pendidikan S2 di Department of Peace Studies, University of Bradford, U.K. pada tahun 2005, ia bergabung sebagai staf pengajar di MPRK UGM. Ia melanjutkan pendidikan S3 Political Science di Rutgers, the State University of New Jersey, U.S. dan memperoleh gelar doktor pada tahun 2015. Area riset utamanya meliputi nirkekerasan, rekonsiliasi, dan binadamai.
Diah juga menjadi staf peneliti di Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM. Selama di PSKP, Diah membantu aneka penelitian, antara lain mengenai keamanan manusia di Papua, binadamai di Maluku, rekonstruksi paskakonflik di Aceh, reformasi sektor keamanan, serta peran masyarakat sipil dalam memoderasi konflik komunal. Ia juga merancang serangkaian peace camps untuk siswa, mahasiswa, dan pemuda, memfasilitasi problem solving workshops di Ambon, Bima, dan Aceh, serta mengkoordinir perayaan Hari Perdamaian Internasional 2006 dan 2007. Bersama kolega-koleganya di PSKP dan MPRK, ia terlibat dalam PUAS (Pendidikan untuk Aceh dan Sumatera Utama) serta askaDOL (ayo sinau karo DOLanan), program-program rekonstruksi paskabencana melalui jalur pendidikan.